Sejarah Perisai Diri di Sidakarya


Sejarah Perjalan dan Perkembangan Pencak Silat Perisai Diri Indonesia di Sidakarya pertama kali di perkenalkan oleh Seorang Pendekar Silat Perisai Diri Bali dari Sesetan yang bernama Bapak Arya Penida pada tahun 1973, Beliau dibantu juga oleh Seorang Pendekar Silat Perisai Diri Bali dari Sesetan yang satu angkatan waktu menimba ilmu silat Perisai Diri dengan Pak Dirjo (pendiri Perisai diri) di Surabaya yan bernama I Nyoman latra, dalam perkembangannya pada waktu itu beliau-beliau ini melahirkan Pesilat Perisai Diri Angkatan I diantaranya : I ketut Robun, I Ketut Sarda (alm), I Wayan Recu (alm), I Wayan Reca, I Wayan Arta, I Made Suda, I Made Runtun, I ketut Setir, I Wayan Setha, I Ketut Mintra serta yang lainnya dengan tempat latihan di sebuah lahan kosong sebelah utara Br Tengah Desa Sidakarya yang dulu terkenal bernama "Beten Sukun".



Selanjutnya dengan eksistensi, semangat dan kerja keras pesilat Angkatan I di bantu Bapak Arya Pedida kurang lebih pada tahun 1978 lahirlah Pesilat Perisai Diri Angkatan II yang masih aktif saat ini diantaranya : I Nyoman Sulendra, I Ketut Sumadra, I Wayan Narta dan I Wayan Wija, dimana tempat latihannya yang berpindah-pindah seperti di rumah ketut Setir lalu ke Sesetan, selanjutnya beberapa tahun kemudian lahir Angkatan III diantaranya : Balon, Wayan Kocik, Wayan Kari dan yang lainnya, begitu memasuki era tahun 1987 kembali dilahirkan Pesilat Perisai Diri Angkatan IV dan tahun 1990 Angkatan V yang menggunakan Areal Br Dukuh Mertajati Sidakarya sebagai tempat latihan.

Sempat berhenti lama karena suatu hal, akhirnya berkat rapat  koordinasi dan komunikasi serta untuk melanjutkan tradisi agar pencak silat Perisai Diri agar tetap eksis di Desa Sidakarya mulailah dibangkitkan kembali Pencak Silat Perisai Diri dengan bernaung di bawah panji Padepokan Sidakarya yang diresmikan Pada Tanggal 23 Desember 2012, dengan alamat Jalan Sidakarya 46 D (areal belakang rumah I Nyoman Putrawan).

Sebagai program dari Padepokan Sidakarya saat ini sudah dibina pesilat pemula sebagai Angkatan VI dengan jumlah anggota 90 orang, yang sangat membanggakan adalah walaupun kondisi kesehatan yang menurun, Bapak Arya Penida dan Bapak Nyoman Latra selalu bisa menemani dan memantau latihan silat di Padepokan Sidakarya

Demikian sejarah singkat perjalanan dan perkembangan Pencak Silat Perisai Diri di Desa Sidakarya, mohon maaf apabila ada kekurangan isi cerita yang kami sampaikan, kami juga ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu memberikan bantuan, semangat, ide dan saran sehingga Pencak Silat Perisai Diri tetap eksis di Desa Sidakarya.

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment